Jumat, 19 Desember 2014
menulis itu dahsyat
Menulis Itu Dahsyat
Menulis adalah suatu kegiatan yang mungkin bisa di bilang membosankan. Namun, itu adalah rasa yang biasa dirasakan oleh para penilis pemula. Berbeda ketika kita telah terbiasa menulis. Saya sendiri merasakan sesuatu yang sangat berbeda ketika saya menuerada lis. Ketika menulis, saya seperti bdi dimensi lain, dimana saat berada dalam dimensi itu, saya merasakna sebuah kenyamanan dan kedamaian yang luar biasa. Bosan pernah saya rasakan ketika saya pertama kali menulis. Namun, setiap hari saya memaksa diri saya untuk dapat membuat sebuah karya tulis, hingga kegiatan itu menjadi terbiasa.
Untuk terbiasa menulis, saya mendapatkan banyak sekali motivasi dari orang-orang di sekitar saya. Salah satunya, kang Mutohirin. Dia seorang aktivis kampus yang sangat senang bahkan antusias ketika ada temanya yang tengah menulis. Dia akan memberikan cerita tentang kenalan-kenalanya yang telah berhasil menjadi penulis profesional. Saya sendiri mengagumi dia sebagai orang yang benar-benar tekun dan begitu menjiwai dunia organisasi. Salah satunya ketika ia menyanyikan lagu organisasi yang saat itu dinyanyikan di taman. Tanpa malu-malu, dengan mengepalkan tanganya dan ditempelkan ke dada, kemudian dengan memejamkan mata, ia menyanyikan lagu itu tanpa ada sedikitpun tanda ia bergurau.
Kalimat “menulis itu dahsyat” saya dapatkan ketika saya sedikit menyimak cerita dosen saya, Pak Saiful. Beliau adalah salah satu dosen kampus kami yang dulunya pernah bekerja di media masa sebagai seorang wartawan. Beliau selalu bercerita tentang pengalaman menulisnya. Katanya, dulu ketika pertama kali belajar menulis adalah dengan cara langsung menulis dan dikirimkan ke media masa. Beliau langsung memborbardir media masa-madia masa dengan semua tulisan-tulisanya tanpa kenal putus asa. Hingga ahirnya banyak tulisan beliau yang dimuat di media masa-media masa tersebut. Beliau juga pernah menceritakan bahwa beliau pernah membayar 3 semester kuliahnya dari hasil menulis. Bahkan, karena menulis, beliau jarang sekali dicap bodoh oleh teman-temanya.
Namun, dari sekian banyak pengalaman menulis yang beliau gembor-gemborkan, ada beberapa pemaparan beliau tentang menulis yang membuat saya seikit terkejut. keterangan dari beliau yang saya tangkap waktu itu adalah, menulis dapat meminimalisir beban pikiran kita. Itu di kerenakan beberapa kata atau masalah yang ada di pikiran kita telah tertuang ke dalam bait-bait tulisan kita.
Bahkan, menurut saya, tulisan dapat mengubah seagalanya. Karena dari tuisanlah ilmu-ilmu pengetahuan berawal. Tanpa sebuah tulisan, para leluhur kita tidak akan mungkin mampu menyalurkan segala pengetahuan mereka untuk dapat dipelajari oleh para anak cucu mereka, sehingga, sebuah peradaban akan sulit berkembang . teknologi mutakhir yang ada di zaman yang serba canggih ini juga semua berawal dari tulisan.
Yang saya pahami, tulisan juga mampu mengubah juga menumbuhkan karakter seseorang. Karena salah satu faktor yang mengembangkan pola pikir kita adalah dari apa yang kita baca.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar