Gulita
menyelimuti setiapsudut ruang aku tempati. Aku merasakan kehampaan yang begitu
menyesakkan ku. Suara bising itu terus menekan dasar telinga ku. Hingga sekitar
ku menjadi semakin terasa sunyi.
Sesaat ku
sorotkan mata ku dan mencoba menyeruak keluar dari keadaan ini. Namun rasa
lelah itu begitu membebani tubuh ku. Lelah itu membuat mata ku semakin berat.
Sesaat mata ini mulai menyerah , terdengar tawa lantang yang menggedor nurani
ku. Membuat aku semakin tenggelam dalam kebingungan ku.
Aku
mencoba mencari suara tawa itu. Menelusuri dinding gelap di setiap sisi ku.
Namun tak pernah ku temukan dari mana asal tawa itu. Kini, suara tawa itu
semakin keras seperti ingin mendongkrak dasar telinga ku. Suara itu semakin
keras, keras, dan semakin keras. Tawa itu meruntuhkan keberanian ku. Aku
berlari gontai menelusuri jejak gelap tak berujung ini. Aku berteriak,memekik,
aku menjerit. Dan, sesaat suara itu terhenti. Berganti dengan jeritan ku yang
memantul di setiap dinding gelap sekitarku. Jeritan ku terus memantul dan
berahir berbaur dengan suara hening. Aku
tersungkur dengan kegelapan menyelimuti ku.
Aku semakin
lelah hinnga ahirnya aku pun terlelap.
Sabtu, 24
januari 2015.
Salam pelukis langit.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar