Minggu, 25 Januari 2015

aku terlelap

Gulita menyelimuti setiapsudut ruang aku tempati. Aku merasakan kehampaan yang begitu menyesakkan ku. Suara bising itu terus menekan dasar telinga ku. Hingga sekitar ku menjadi  semakin terasa sunyi.
Sesaat ku sorotkan mata ku dan mencoba menyeruak keluar dari keadaan ini. Namun rasa lelah itu begitu membebani tubuh ku. Lelah itu membuat mata ku semakin berat. Sesaat mata ini mulai menyerah , terdengar tawa lantang yang menggedor nurani ku. Membuat aku semakin tenggelam dalam kebingungan ku.
Aku mencoba mencari suara tawa itu. Menelusuri dinding gelap di setiap sisi ku. Namun tak pernah ku temukan dari mana asal tawa itu. Kini, suara tawa itu semakin keras seperti ingin mendongkrak dasar telinga ku. Suara itu semakin keras, keras, dan semakin keras. Tawa itu meruntuhkan keberanian ku. Aku berlari gontai menelusuri jejak gelap tak berujung ini. Aku berteriak,memekik, aku menjerit. Dan, sesaat suara itu terhenti. Berganti dengan jeritan ku yang memantul di setiap dinding gelap sekitarku. Jeritan ku terus memantul dan berahir berbaur dengan suara hening.  Aku tersungkur dengan kegelapan menyelimuti ku.
Aku semakin lelah hinnga ahirnya aku pun terlelap.
Sabtu, 24 januari 2015.
Salam pelukis langit.

  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar